Sabtu, 23 Maret 2013

Nama itu Doa



Memberi nama bukan hanya sekadar mencari kata yang indah diucapkan dan didengarkan. Nama itu juga doa. Maka jangan sembarangan memberi nama kepada anak Anda. Sebab bila salah, bisa menjadi bahan olok-olokan bahkan mencelakakan di kemudian hari.

Alkisah, ada seorang yang bernama Lelu. Setelah tua dia tentu dipanggil Pak Lelu, istrinya dipanggil Bu Lelu. Mereka dikarunia dua orang anak. Anak yang pertama bernama Turasman, kependekan dari metu, waras dan aman. Mengapa diberi nama Turasman? Karena saat melahirkannya sangat mudah (metu), bayinya sehat (waras) dan finansialnya cukup (aman), jadilah ia Turasman.

Anak yang kedua diberi nama Ribut. Karena saat melahirkan, suami-istri ini sedang cekcok alias ribut.

Setelah besar, Ribut diminta ibunya pergi ke pasar untuk membeli bawang merah dan daging sapi. Karena sudah beberapa jam tidak pulang ibunya meminta Turasman untuk menyusul ke pasar.

Di tengah perjalanan, Turasman ketemu dengan preman Betawi yang sudah taubat. Dengan lembut preman itu bertanya, “Perasaan gue kenal kamu, deh. Siapa nama bapakmu?” Dengan tegas dan keras Turasman menjawab, “Pak Lelu!” Mendengar jawaban itu, Turasman di hajar sampai babak belur karena “palelu” itu ucapan atau umpatan yang sangat kasar [artinya, kepala kamu] di kampung itu.

Turasman melanjutkan perjalanan menuju pasar untuk mencari adiknya. Di tengah jalan, dia ketemu anak albino yang selama ini sering diejek dengan sebutan bule. Bila dipanggil bule, lelaki ini akan sangat marah. Saat bertemu Turasman ia bertanya, “Perasaan saya tahu kamu, deh. Siapa nama ibumu?” Dengan cepat dan keras Turasman menjawab, “Bu Lelu!” Karena tersinggung anak albino itu pun menghajar Turasman.

Dengan badan yang babak belur Turasman terus melanjutkan ke pasar untuk mencari adiknya. Sesampainya di pasar, para pedagang menyapa, “Kamu ngapain badan babak belur begini ke pasar?” Dengan suara keras Turasman menjawab, “Mau nyari Ribut.” Mendengar jawaban itu, para pedagang pun marah. Maka dihajarlah Turasman ramai-ramai oleh para pedagang.

Siapa nama Anda? Apakah berpeluang mengundang keributan dan bisa menyebabkan babak belur? Semoga tidak. Hehehe…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tema Projek dan Contoh Implementasinya

  Tema Projek dan Contoh Implementasinya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) sangat luas dan fleksibel. Masih banyak tema lainnya...